DAKWAH MULTIKULTURAL DAN LINTAS BUDAYA

 

DEFINISI DAKWAH MULTIKULTURAL

Dalam konteks keberagamaan, sebagian umat beragama senantiasa mensosialisasikan ajaran-ajaran agama mereka kepada masyarakat yang plural dengan tidak mengindahkan wajah pluralitas kehidupan masyarakat dalam segala aspeknya. Disinilah nilai signifikansi perspektif multikultural perlu dimiliki oleh siapapun yang hendak menyampaikan pesan-pesan agama dalam masyarakat yang multikultural. Sebab perspektif multikultural menyuntikkan spirit pengakuan terhadap pluralitas budaya sekaligus menerima secara positif segala bentuk pluralitas budaya kehidupan umat manusia tersebut.

Berdakwah secara multikultural berarti berupaya menciptakan keharmonisan di tengah-tengah masyarakat yang beragam dan tetap mampu mengendalikan diri dan bertoleransi terhadap segala bentuk perbedaan yang tidak mungkin disetarakan. Itulah inti dari prinsip dakwah multicultural.

Dakwah adalah kegiatan memanggil, menyeru, dan mengajak orang lain untuk beriman dan taat kepada Allah sesuai dengan aqidah dan syari’at islam. Dengan mengetahui hakikat dakwah, maka dapat dirumuskan pengertian dakwah Islam yakni proses mengajak dan memengaruhi orang menuju jalan Allah yang dilakukan oleh umat Islam secara sistemik.

Sementara multikultural, secara sederhana dapat dikatakan sebagai pengakuan atas adanya pluralitas budaya. Multikultural yang menjadi paham multikulturalisme pada hakikatnya mengakui akan martabat manusia yang hidup di dalam komunitasnya dengan kebudayaannya masing-masing yang spesifik. Dengan demikian, setiap individu merasa dihargai dan sejalan dengan itu pula merasa bertanggung jawab untuk hidup bersama di dalam komunitasnya. Pengingkaran suatu masyarakat terhadap kebutuhan untuk diakui (needs for recognition) merupakan akar dari ketimpangan-ketimpangan dalam berbagai bidang kehidupan

[Jurnal Dakwah dan Pengembangan Sosial KemanusiaanVol. 8, no. 1 (2017) Hal 161-162]

Ruang Lingkup Komunikasi Lintas Budaya

Pada dasarnya ruang lingkup Komunikasi Lintas Budaya tidak jauh beda dengan komunikasi secara umum. Namun Komunikasi Lintas Budaya menekankan perbandingan pada perbandingan pola-pola komunikasi antarpribadi di antara peserta komunikasi yang berbeda kebudayaan dan Komunikasi Lintas Budaya mempelajari efek media (perbandingan efek media dengan efek media yang lain).

 

 


 

 

Comments